Kelainan Seksual Pada Perempuan: Penyebab dan Solusinya

Image result for Kelainan Seksual Pada Perempuan: Penyebab dan Solusinya

Pembahasan mengenai penyimpangan masalah seksual memang kerap kali sulit untuk dilakukan. Terlebih dengan masih terkesan tabunya pembahasan terebut dikalangan masyarakat sehingga tidak pernah mudah untuk membahas hal yang berhubungan dengan masalah-masalah seksualitas. Salah satu penyimpangan seksual yang mungkin paling sering ditemui adalah hiperseksualitas.

Hiperseksialitas adalah salah satu permasalah seksual yang tidak selalu didominasi oleh kaum Adam. Kaum Hawa pun ternyata bisa juga terkena gejala penyimpangan seksual satu ini yang biasa juga disebut dengan nymphomaniac. Bahkan saking menariknya, banyak yang mencari tahu ciri cewe hiperseks. Dalam bahasa medis, obsesi untuk melakukan aktivitas seksual berlebih ini lebih dikenal dengan Compulsive Sexual Disorder.

Penderita hiperseksualitas cenderung melakukan aktivitas seksual lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan orang-orang yang normal. Dan bila dorongan aktivitas seksual ini tidak terlampiaskan terkadang akan mempengaruhi tingkat emosi dari penderita hiperseksualitas itu sendiri. Ketidak terlampiaskannya hasrat ini bisa membawa seseorang kepada perilaku hubungan seksual yang tidak sehat dan berakibat pada resiko tertularnya penyakit akibat hubungan seksual yang tidak aman.

Penyebab Timbulnya Kelainan Seksual

Kelainan seksual tidak hanya selalu dipengaruhi dari kondisi fisik dan keadaan hormonal tubuh seorang perempuan saja. Keadaan penyimpangan seksual lebih dipengaruhi oleh keadaan psikologis seorang perempuan. Perkembangan penlitian mengenai hiperseksualitas menemukan bahwa penderita permasalahan seksual ini kerap mengalami suatu pelecehan seksual baik secara fisik maupun secara mental.

Pelecehan tersebut memberikan luka yang mendalam baik secara  fisik maupun mental sehingga kerap kali sukar dihilangkan dan justru menyebabkan penyimpangan dalam perilaku sosial maupun seksual. Para perempuan yang mengalami suatu permasalahan mental karena mengalami pelecehan seksual kerap menggunakan hasrat seksualnya untuk menunjukan dominasi dirinya terhadap pasangan atau orang lain.

Sifat agresif inilah yang dirasa mampu untuk dijadikan sebagai ajang pembuktian sekaligus sebagai sebuah pelarian dari luka di masa lalu. Namun perilaku yang menyimpang ini jelas tidak akan mengobati apapun, justru akan semakin memperparah kondisi kesehatan mental dari seorang perempuan tersebut.

Penanganan masalah kelainan seksual

Karena sebab pemicu dari timbulnya kelainan seksual pada perempuan ini berada jauh di masa lalunya, sehingga untuk melakukan upaya penyembuhan tentu tidaklah mudah. Yang pasti akan membutuhkan banyak tenaga, usaha dan biaya. Sekumpulan kenangan buruk yang sudah masuk kedalam alam bawah sadar dan menyebabkan perilaku menyimpang memang tidak akan pernah sulit disembuhkan.

Diperlukan adanya kemauan dan kedewasaan diri untuk melakukan upaya penerimaan terhadap kejadian di masa lalu, kemudian mengikhlaskan dengan berfikiran bahwa semua yang terjadi adalah sebuah ujian yang harus dihadapi. Dengan penerimaan diri, diharapkan sikap positif dapat terbangun kembali dan mampu membuat perempuan tersebut dapat menahan diri dari keinginan untuk selalu melakukan aktivitas seksual hanya karena hasrat ingin mendominasi saja.

Pencegahan terjadinya pelecehan seksual terhadap seseorang yang masih belum mampu berfikir dewasa adalah cara yang paling tepat untuk mencegah terjadinya kelainan seksual. Adalah tugas semua orang untuk bisa saling menjaga orang-orang terkasih agar bisa terhindar dari kejadian yang tidak diharapkan. Namun, bila sudah terlanjur terkenal masalah kelainan seksual seperti hiperseksualitas, maka hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mengkonsultasikan dengan psikolog terkait dengan perilaku tersebut.

Tentunya tidak akan mudah untuk seseorang terutama perempuan untuk berani membuka diri perihal perilaku seksualitasnya, namun dengan sedikit keberanian semuanya akan bisa diobati. Seseorang dengan kelaianan seksual bukanlah sesuatu yang harus dihindari, karena dengan dukungan orang-orang terdekat mereka akan bisa kembali menjadi orang normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *